JAKO' KAYAN
Jako’ Kayan
gubugeokku.com
Biacara tentang rokok memang tiada matinya !
Meski ada wacana bahwa di tahun 2020 harga rokok akan
melabung tinggi,namun bagi para penikmat temabakau ini tak kalah akal untuk
menyiasati agar mulut tetap berasa dengan harga yg murah. Para penikmat
tembakau bisa menggunakan rokok linting yg bahan dasar nya sangat terjangkau,
terutama bagi kita kaum kretekus muda yg tentu saja ingin tetap menikmati
tembakau !
Bagi masyarakat dayak walaupun
harga rokok di isukan naik 35% mereka tetap bisa menikmati tembakau dengan cara
melinting sendiri. Untuk membuat rokok tradisional dayak kayan sangat lah
mudah. Bahan dasar nya yakni dari daun pisang muda atau sulur daun pisang yang
amat muda di buka lalu diratakan menjadikan lembaran daun.
Lalu dijemur di bawah terik
matahari, akan tetapi teknik menjemur daun pisang muda dengan menaruh pasir di
atas daun pisang muda tersebut lalu daun pisang muda berada dibawah pasir
biarkan matahari menyinari pasir yang dibawahnya ada daun pisang muda tadi
hingga benar-benar mengering. Setelah daun pisang muda tadi benar-benar
kering pisahkan daun muda dari hamparan
pasir di atasnya lalu gunting daun pisang muda sesuai keinginan anda lalu
gulung dengan menggunakan tangan anda dengan kuat hingga membentuk kertas tipis
yang telah tergulung rapi seperti lintingan rokok.
Kertas linting yang berbahan daun
pisang muda ini dapat bertahan lama hingga 3-4 bulan lamanya.
Bahan dasar jako’nya adalah dari
tembakau hutan yang namanya Luko’. Biasanya tanaman daun luko tumbuh hanya
setinggi siku lengah orang dewasa dengan dua cabang atau batang daun. Dan untuk
membuat tembakaunya digunakan daun luko yg tua saja atau yg sudah menguning. Tak
hanya itu, daun luko’ hanya boeleh diambil 2 helai daun saja dalam setiap pohon
nya kalau diambil lebih maka pohon tidak akan berdaun lagi menurut masyarakat
setempat.
Setelah daun luko tua dipetik,
dibuanglah tulang daunnya yang keras. Kemudian daun luko’ tadi dilipat-lipat
hingga menjadi lipatan seperti kertas kecil. Setelah itu lipatan daun lukko’
disimpan ditempat tedu atau wadah khusus terlindung cahaya selama 3 hari. Kemudian
setelah terlihat mengering hingga warna berubah lalu dipotong-potong lalu di
jemur di bawah sinar matahari dengan teknik mengahambur dengn jarang-jarang. Setelah
kering tembakau tidak boleh langsung dikonsumsi melainkan harus disimpan di
dalam tajau atau guci dulu selama satu hingga tembakau kering sedikit lembab
dan lembut biar bisa digunakan untuk membuat rokok lintingan dan menghasilkan
aroma khas nan alami. Tembakau ini bisa tahan lama sampai satu tahun tanpa ada
pengawet.
Selamat mencoba para kretekus. Semoga
bermanfaat.... salam bagi ilmu !!

Losss
BalasHapusitu dri bahasa mana ya min
BalasHapus